Liga Champions


dikutip dari Bola.net

Bertempat di Nyon, Prancis UEFA mengadakan undian babak 16 besar Liga Champions Eropa 2011 (16/12)

Berikut hasil undian tersebut.
Napoli v Chelsea
Lyon v APOEL Nicosia
AC Milan v Arsenal
Basel v Bayern Munich
Bayer Leverkusen v Barcelona
CSKA Moskva vs Real Madrid
St. Petersburg vs Benfica
Marseille vs Inter Milan

Tim yang disebut pertama merupakan tim dengan status ruuner up Grup di babak penyisihan lalu. Mereka akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu dalam fase knock out yang laga pertamanya akan dilangsungkan pada 14–15 & 21–22 Februari 2012. Sedangkan leg kedua akan dilangsungkan pada 6–7 & 13–14 Maret 2012. 

Tawassul dengan Amal


Diriwayatkan oleh Al Hafidz Abu Musa al Madini didalam kitab “Attarhiib” hadis tersebut hasan shahih yang dirawikan dari Sa’id al Musayyab dari Abdurrahman bin Samuroh bin Jundub, ia telah berkata:
Telah datang Rasulullah SAW Kepada kami, sedang kami ketika itu berada di Shuffah-Madinah, kemudian beliau berdiri dan dihadapkan kami dan bersabda:
“Aku terheran-heran tadi malam aku melihat (dalam mimpi) seorang laki-laki dari umatku didatangi malaikat maut untuk mencabut ruhnya, lalu datanglah baktinya terhadap ibunya, maka ditolaknya malaikat maut itu.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang telah diperlihatkan siksa kubur kepadanya, maka datanglah wudhunya lalu diselamatkanlah dari siksa itu.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku telah merasa ketakutan dari Malaikat penyiksa, maka datanglah kepadanya shalatnya lalu diselamatkanlah dari tangan mereka.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku dalam keadaan kehausan, setiap ia mendekat ke telagaku, ia diusir dan dilarang (minum), maka datanglah kepadanya puasa Ramadhannya, lalu ia diberi minum hingga hilang rasa hausnya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku, dan aku melihat para nabi yang sedang berkelompok-kelompok, setiap ia mendekat ke kelompok itu, ia diusir, maka datanglah kepadanya mandi jinabatnay, lalu ia dituntunnya dan didukkan disampingku.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang berada dalam kegelapan baik dari muka, samping kanan-kiri maupun dari atas, ia dalam kebingungan, maka datanglah kepadanya haji dan umrahnya, lalu ia dikeluarkan (dari kegelapan itu) dan dimasukkan kedalam nur/cahaya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang mengajak bicara kepada kaum mukmin lainnya tetapi mereka tidak menjawabnya, maka datanglah kepadanya silaturrahminya sambil berucap “Hai kaum muslimin ketahuilah orang ini banyak bersilaturrahmi”, lalu ia diajak berbicara dan saling bersalamanlah mereka.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku dalam keadaan ketakutan dari Malaikat Zabaniyah maka datanglah kepadanya amar ma’ruf nahi mungkarnya, lalu diselamatkannya dan dimasukkan ke kalangan Malaikat rahmat.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang sedang berjongkok diatas kedua lututnya sedang antara dia dan Allah SWT terdapat tabir, maka datanglah kepadanya kebaikan akhlaknya, lalu dituntunnya (oleh akhlaknya itu) dan dihadapkannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang catatan amalnya telah menghilang dari arah kiri, maka datanglah kepadanya rasa takutnya dari Allah Azza wa Jalla, maka diambilnya catatan amalnya lalu dilerakkan di sebelah kanannya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang ringan timbangan amalnya, maka datanglah kepadanya kesabaran atas kematian anak-anaknya ketika kecil, lalu menjadi beratlah timbangan kebaikannya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku sedang berdiri ditepi neraka jahannam, maka datanglah kepadanya harapan kepada Allah lalu ia diselamatkannya dan berlalulah keadaan itu.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku telah terjatuh kedalam api neraka, maka datanglah kepadanya air matanya ketika menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla, lalu diselamatkannya dari hal tersebut.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang gemetar seperti gemetarnya pelepah kurma yang tertiup oleh angin keras sekali, maka datanglah kepadanya baik sangkanya kepada Allah Ta’ala, lalu tenanglah ia dari gemetarnya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang merangkak diatas titian (shiroth) terkadang ia merangkak dan terkadang pula bergantungan (pada titian itu), maka datanglah kepadanya shalawatnya kepadaku, lalu (oleh shalawat itu) ia didirikan diatas kakinya dan diselamatkannya.
Aku melihat seorang laki-laki dari umatku telah sampai dihadapan pintu-pintu surga, namun pintu-pintu itu tertutup maka datanglah kepadanya syahadatnya”Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah” lalu terbukalah pintu-pintu surga dan dimasukkanlah ia ke surga.
Demikian itulah hadis yang menerangkan tentang tawasul bil ’amal, semoga dengan kita menghadiri ziaroh kubro di pondok tercinta kita dapat terselamatkan ketika menghadap Allah kelak, dengan berbenderakan Al Qur’an yang dibawakan oleh romo kyai Abdul Mannan Syukur, Amien,,,

Dalam rangka Memperingati Ziaroh Kubro Sabtu Legi di makam KH Abd. Mannan Syukur

DERMAWAN & ULAMA YANG ARIF


Hadits Nabi Muhammad SAW:

Apabila tiba hari kiamat, maka didatangkanlah empat golongan di sisi pintu surga tanpa mengalami hisab dan adzab; Pertama, orang alim yg mengamalkan ilmunya. Kedua, orang haji yg melakukan hajinya tanpa melakukan amal kerusakan. Ketiga, pahlawan syahid yg terbunuh dimedan perang. Dan keempat, dermawan yg mencari harta yg halal, lalu menafaqohkan di jalan Alloh Ta’ala tanpa riya’.

Mereka berebut satu sama lain untuk memasuki pintu surga terlebih dahulu. Maka Alloh Ta’ala pun mengutus malaikat Jibril untuk mengadili mereka.

Pertama-tama, malaikat Jibril bertanya pada pahlawan syahid, “Apakah yg telah engkau lakukan di dunia, sehingga engkau ingin masuk surga lebih dahulu?” Maka dia jawab, “Aku telah terbunuh di medan perang demi kebersihan Alloh Ta’ala.”

Makaikat Jibril b’tanya, “Dari siapa kamu mendengar pahala orang yg mati syahid?” Dia jawab, “Dari ulama.” Malaikat Jibril b’kata, “Peliharalah kesopanan, janganlah engkau mendahului gurumu.”

Kemudian malaikat Jibril menoleh kpd orang yg telah haji dan b’tanya hal yg sama, dia pun menjawab seperti orang syahid tadi. Kemudian malaikat Jibril menoleh kpd dermawan, dan dia pun menjawab seperti tadi.

Akhirnya orang alim itu b’kata, “Ilahi, tiadalah aku memperoleh ilmu selain dg kedermawanan orang yg dermawan itu, dan dg sebab kebajikannya.”
Maka Alloh ‘Azza Wa Jalla b’firman, “Benarlah orang alim itu. Hai Ridhwan, bukalah pintu-pintu surga sehingga orang yg dermawan itu masuk ke surga, Sedang mereka (Orang yg mati syahid, haji mabrur dan ulama) itu masuk sesudahnya.” (Misykatul Anwar)

**Di posting dalam rangka menjelang ‘Ziaroh Kubro Rutin Sabtu Legi’ pd tgl 8 Mei 2010 di PPQ Nurul Huda Singosari..

Cerita Hamba Sahaya as Syaiton


Saya punya teman yg sangat pandai, namun ia berparas jelek, sampai2 postur tubuhnya oleh teman2 djadikan bahan guyonan, sebut saja namanya Qusaeri (bukan nama sebenarnya).
Suatu hari kami jalan2 ke kota dan sedang nyantai. Tiba-tiba seorang perempuan yg tidak kami kenal menghampiri kami dan berkata pada Qusaeri, “Saya perlu denganmu dan tolong engkau ikut saya!.” Maka Qusaeri pun pergi bersamanya hingga sampai ke sebuah toko tukang emas. Perempuan itu berkata sambil menunjuk ke arah Qusaeri, “Nih, seperti dia!” Lalu ia meninggalkan Qusaeri.
Qusaeri pun bingung atas peristiwa barusan, lantas ia tanya kepada pemilik toko tersebut, “Apa yang dimaksud dengan perkataan perempuan tadi?”
Tukang emas menjawab, “Begini, tadi dia membawa sebuah batu cincin dan meminta agar saya mengukir gambar setan di batu ini. Saya berkata kepada dia, ‘Nyonya, saya belum pernah melihat setan sama sekali.’ Ternyata dia datang bersamamu dan berkata seperti yang engkau dengar tadi!”‘

Luthfi dan Rusdhie


PADA 26 Juni 2007, Harian Media Indonesia menurunkan artikel Luthfi Assyaukani, salah satu aktivis Jaringan Islam Liberal, berjudul ”Salman Rushdie dan Citra Islam”. Melalui artikel ini, penulisnya mengecam gelombang protes kaum Muslimin atas penganugerahan gelar bangsawan Inggris untuk Salman Rushdie, pengarang novel Ayat-Ayat Setan yang sangat menyinggung perasaan kaum Muslim. http://www.facebook.com/notes/sally-sety/luthfi-dan-rusdhie/373338305378 Menurut Luthfi, penulisan novel semacam Ayat-Ayat Setan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang seharusnya tidak perlu disikapi secara emosional. ”Reaksi kaum Muslim terhadap kebebasan berekspresi tampaknya memiliki pola yang sama: mengumbar kemarahan dan kekerasan.” Lebih jauh ia membandingkan respon kaum Muslim itu dengan sikap kaum Kristen terhadap penodaan agama. ”Apalagi jika kita membandingkan respon kaum Muslim dengan respon serupa dalam dunia Kristen atau agama-agama lain, kelihatan betul bahwa kaum Muslim tampak sangat berlebihan,” tulisnya lagi. Luthfi mengaku tidak nyaman melihat reaksi kaum Muslim terhadap masalah kebebasan berekspresi. Dia katakan: ”Kita tidak ingin menjadi komunitas agama yang aneh sendirian di dunia ini. Agama-agama lain memiliki sikap yang jauh lebih elok dibandingkan reaksi-reaksi yang diperlihatkan kaum Muslim selama ini dalam setiap isu menyangkut kebebasan berekspresi atau kebebasan berpendapat.” ”Setiap ada kasus-kasus yang menyangkut kebebasan berekspresi yang menimpa Islam, saya selalu merasa waswas dengan reaksi yang akan muncul. Beberapa hari lalu saya benar-benar tersudut dan malu dengan pertanyaan seorang teman non-Muslim: ”Bukankah Islam agama pemaaf? Bukankah Tuhan Maha Pengasih? Kenapa setelah 20 tahun kaum Muslim masih terus saja membenci Rushdie?” Demikian tulis Luthfi Assyaukanie. ***** Siapakah Salman Rushdie? Nama Salman Rushdie mencuat ketika pada 26 November 1988, Viking Penguin menerbitkan novelnya berjudul The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Novel ini segera memicu kemarahan umat Islam yang luar biasa di seluruh dunia. Novel ini memang sungguh amat sangat biadab. Rushdie menulis tentang Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim, istri-istri Nabi (ummahatul mukminin) dan juga para sahabat Nabi dengan menggunakan kata-kata kotor yang sangat menjijikkan. Tahun 2008 lalu, saya membeli Novel ini dalam edisi bahasa Inggrisnya di sebuah toko buku di Jakarta. Dalam novel setebal 547 halaman ini, Nabi Muhammad saw, misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai ”Mahound, most pragmatic of Prophets.” Digambarkan sebuah lokasi pelacuran bernama The Curtain, Hijab, yang dihuni pelacur-pelacur yang tidak lain adalah istri-istri Nabi Muhammad saw. Istri Nabi yang mulia, Aisyah r.a., misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai ”pelacur berusia 15 tahun.” (The fifteen-year-old whore ’Ayesha’ was the most popular with the paying public, just as her namesake was with Mahound). (hal. 381). Banyak penulis Muslim menyatakan, tidak sanggup mengutip kata-kata kotor dan biadab yang digunakan Rushdie dalam melecehkan dan menghina Nabi Muhammad saw dan istri-istri beliau yang tidak lain adalah ummahatul mukminin. Maka, reaksi pun tidak terhindarkan. Fatwa Khomaini pada 14 Februari 1989 menyatakan: Salman Rushdie telah melecehkan Islam, Nabi Muhammad dan al-Quran. Semua pihak yang terlibat dalam publikasinya yang sadar akan isi novel tersebut, harus dihukum mati. Pada 26 Februari 1989, Rabithah Alam Islami dalam sidangnya di Mekkah, yang dipimpin oleh ulama terkemuka Arab Saudi, Abd Aziz bin Baz, mengeluarkan pernyataan, bahwa Rushdie adalah orang murtad dan harus diadili secara in absentia di satu negara Islam dengan hukum Islam. Pertemuan Menlu Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 13-16 Maret 1989 di Riyadh juga menyebut novel Rushdie sebagai bentuk penyimpangan terhadap Kebebasan Berekspresi. Prof. Alaeddin Kharufa, pakar syariah dari Muhammad Ibn Saud University, menulis sebuah buku khusus berjudul Hukm Islam fi Jaraim Salman Rushdie. Ia mengupas panjang lebar pandangan berbagai mazhab terhadap pelaku tindak pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw. Menurut Kharufa, jika Rushdie menolak bertobat, maka setiap Muslim wajib menangkapnya selama dia masih hidup. Prof. Mohammad Hashim Kamali, dalam bukunya Freedom of Expression in Islam, (Selangor: Ilmiah Publishers, 1998), menggambarkan cara Rushdie menggambarkan istri-istri Rasulullah saw sebagai “simply too outrageous and far below the standards of civilised discourse.” Penghinaan Rushdie terhadap Allah dan al-Quran, tulis Hasim Kamali, “are not only blasphemous but also flippant.” Manusia yang tindakannya begitu biadab terhadap Nabi Muhammad saw dan istri-istri beliau itulah, yang kemudian dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Inggris. Seorang yang dimata umat Islam dicap sebagai penjahat besar justru disanjung dan diberi penghargaan. Dan saat umat Islam bereaksi, membela kehormatan Nabi-nya yang mulia, umat Islam lalu dituduh reaksioner, emosional, yang dalam istilah Luthfi Assyaukani disebut: “kelihatan betul bahwa kaum Muslim tampak sangat berlebihan.” ***** http://www.adianhusaini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=137:luthfi-dan-rusdhie&catid=34:cap&Itemid=53

EBOOK GRATIS


  1. Buku Sejarah Nabi Muhammad SAW downlad disni
  2. Nabi Muhammad dlm kitab Injil download
  3. Nabi Muhammad dlm Kitab Suci Dunia downoad
  4. Menguak Misteri Nabi Muhammad download
  5. Buku Dr. Yusuf Qardhawi download
  6. Buku Dr. Yusuf Qardhawi 1 download
  7. Buku Dr. Yusuf Qardhawi 2 dowmload
  8. Fikih Qur’an Hadits download
  9. Puasa Edisi Lengkap download
  10. Bibel Al-Qur’an_saint downlad
  11. Tokoh-tokok Islam download
  12. Kado pernikahan download
  13. Ketika Cinta bertasbih (KCB) dwnload
  14. Kumpulan Hadits download
  15. Dialog Islam-Kristen download
  16. Isa Dalam Sorotan Ulama download
  17. Menegakkan Khilafah Islamiyah download
  18. Membongkar Gerakan Sesat download
  19. Renungan (BERPKIRLAH) downoad
  20. Sejarah Injil download
  21. Sistem Pergaulan dalam Islam download
  22. Sistem Pergaulan dalam Islam 1 download
  23. Sistem Pergaulan dalam Islam 2 download
  24. Sistem Pergaulan dalam Islam 3 download
  25. Yesus Akan Kembali download

Sekilas tentang Gus Dur dan kunjungannya ke eN-Ha


Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, lahir di Denanyar Jombang Jawa Timur, 4 Agustus 1940. Kakeknya, KH Hasyim Asy’ari, adalah satu dari pendiri Organisasi Muslim terbesar Indonesia pada pergantian abad lalu. Ayahnya, KH Wahid Hasyim, adalah Menteri Agama pada 1945. Dalam pendidikan, Gus Dur lebih senang bersekolah di sekolah dasar daripada di pesantren, meski ia anak tokoh pesantren. Pilihan ini memang jarang diambil oleh anak-anak yang hidup di lingkungan pesantren. Pesantren ia masuki setelah menyelesaian Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Yogyakarta pada 1958.
Pada 1959, ia ngangsu kawruh di Pesantren Tegal Rejo Magelang Jawa Tengah, selama dua setengah tahun. Selanjutnya, ia pindah ke Pesantren Tambak Beras Jombang. Selain belajar agama, Gus Dur juga menjadi siswa di Madrasah Mualimi, sekaligus merangkap menjadi petugas administrasi, keamanan, dan kerja serabutan.
Akhir 1963, Gus Dur pergi ke Kairo, Mesir, untuk belajar. Ia belajar di Universitas Al Azhar di Mesir (1964-1966). Pertengahan 1966, Gus Dur pindah ke Universitas Baghdad, Irak, mengambil Jurusan Syariah di Fakultas Hukum Islam. Setelah enam tahun di Timur Tengah untuk mendalami ilmu agama, pada 1970, ia pergi ke Toronto, Kanada, mengambil program pascasarjana. Sambil menunggu kesempatan dibukanya kesempatan pengajuan beasiswa, ia berkeliling selama dua bulan ke pesantren-pesantren di Eropa.
Pemahaman bidang ekonomi diperolehnya selain di SMEP, juga diperolehnya setelah selama lima tahun menjadi anggota Komisi Novib dan LBH. Lalu, ia menjadi Dekan Ushuluddin Universitas Hasyim Ashari di Jombang. Sejak 1974-1980, ia diserahi tugas sebagai Sekretaris Pesantren Tebu Ireng di Jombang. Pada 1980, ia ditarik ke Jakarta untuk menduduki posisi Wakil Sekretaris Dewan Agama (Katib Awal Surya) di Pengurus Besar (PB) NU.
Tahun 1982-1983, ia ikut Tim Enam untuk mempersiapkan konsep-konsep berdirinya koperasi, bersama Boediono (Ketua Bappenas), Saleh Afrazi (Kepala Pusat Penelitian di Departemen Koperasi), Herman Sukardi (Direktur Inkindo, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat), dan ahli-ahli ekonomi lain.
Pada sekitar tahun 96-an, Gus Dur menghadiri acara tahunan yang diselenggarakan oleh pondok kita tercinta PPQ Nurul Huda, pada acara tersebut beliau mengadakan pengajian umum yang biasa diadakan pada saat Takhtim ad-Dirasah Akhir as-Sanah PPQ Nurul Huda yang dihadiri para kiai, tokoh agama, wali santri dan masyarakat sekitar. Dari awal sampai akhir beliau memberikan ceramah pengajian dengan berbagai lelucon hingga pada akhirnya sebelum beliau menutup pengajian beliau mengutip kutipan didalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin “Saat kamu dilahirkan ke dunia kamu dalam keadaan menangis sedangkan orang disekitarmu tertawa maka sayangilah orang-orang disekitarmu agar pada saat kamu meninggalkan dunia orang-orang disekitarmu menangis dan kamu dalam keadaan tertawa”. Hal inilah yang terbesit dalam benak saya sesaat sebelum beliau wafat, beliau sempat guyon dengan anggota keluarganya, mungkin beliau tahu bahwa kelak di alam kubur beliau akan tertawa senang dan puas akan semua amal kebaikannya.
Dalam kunjungannya ke pondok ploso Kediri, Gus Dur bertemu dengan Gus Miek yang merupakan seorang wali masyhur di jawa timur, Gus Miek mengatakan kepada para hadirin “Inilah pemimpin dunia akhirat” entah apa yang melatarbelakangi Gus Miek mengatakan demikian akan tetapi memang hal tersebut sengaja diucapkan Gus Miek, bahkan pada saat ziarah ke makam Tambak Gus Miek menawarkan kepada Gus Dur “Gus gimana kalau anda wafat anda dimakamkan di sini saja sama saya” maksud dari Gus Miek tersebut dimakamkan di makam arba’in auliya’ (makam 40 wali) yang berjarak < 1km dari pondok Ploso Kediri yang sekarang menjadi makam alm Gus Miek dan alm. KH Ahmad Shiddiq (Jember).
Pada saat mudanya beliau pernah nyantri di beberapa pondok di pulau jawa, setelah itu beliau melanjutkan studinya ke Mesir dan Irak, pada saat di Mesir beliau tidak sampai tamat kuliahnya akan tetapi beliau gemar akan membaca di perpustakaan dan menonton bioskop, hal tersebut berbeda sekali dengan rekannya yang juga kuliah di Al Azhar KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus) yang selalu konsen pada pelajaran kuliahnya di sana. Sama halnya dengan di Baghdad, beliau tidak sampai menamatkan studinya, akan tetapi beliau gemar membaca buku di perpustakaan. Hal inilah yang menjadikan beliau berwawasan luas sehingga pada saat di Indonesia beliau mengadakan terobosan-terobosan baru yang cemerlang.
Teringat cerita ibu saya pada saat beliau ingin menikah, akan tetapi tidak disetujui oleh keluarganya sehingga beliaupun minggat ke mesir dan pada akhirnya beliaupun dinikahkan. Pada saat beliau dinikahkan, beliau belum berada di Indonesia (beliau pada waktu akad nikah beliau lewat telepon) hingga beberapa saat setelah menikah beliaupun tiba di Indonesia.
Sekilas tentang Gus Dur, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya dan semoga kita mendapat berakah ilmunya, kami Admin grup eN-Ha Singosari turut berduka cita atas wafatnya Ulama’ besar yang kharismatik tersebut, semoga Allah akan menggantinya dengan berlipat-lipat ulama yang terus-menerus memperjuangkan agama, bangsa dan negara. Amien…..
Biodata
Nama:
Abdurrahman Wahid
Lahir:
Denanyar Jombang Jawa Timur, 4 Agustus 1940
Agama:
Islam
Istri:
Sinta Nuriyah (Lahir di Jombang, 4 Agustus 1940. Pernikahan dilangsungkan secara jarak jauh melalui telepon pada 1968)
Anak:
– Alisa Qotrunada
– Zannuba Arifah
– Anisa Hayatunufus
– Inayah Wulandari
Ayah:
Wahid Hasyim
Ibu:
Solechah
Pendidikan:
– SD, Jakarta (1953)
– SMEP, Yogyakarta (1956)
– Pesantren Tambakberas, Jombang (1959-1963)
– Department of Higher Islamic and Arabic Studies, Universitas Al Azhar, Kairo
– Fakultas Sastra Universitas Baghdad, Irak (1970)
Karya tulis penting:
– Bunga Rampai Pesantren, Dharma Bhakti, Jakarta
– Muslim di Tengah Pergumulan, Leppenas, Jakarta
Penghargaan:
– Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar-agama di Indonesia (1993)
– Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991) Organisai dan Karir Penting:
– Guru madrasah Mu’allimat, Tambakberas, Jombang, (1959-1963)
– Dosen dan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asyhari Jombang, (1972-1974)
– Kolumnis, (1972- )
– Sekretaris Pesantren Tebuireng, Jombang, (1974-1979)
– Konsultan di berbagai lembaga dan departemen, (1976- )
– Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, (1979-)
– Ketua Tanfidziyah PB Nahdatul Ulama, (1984- )
– Membentuk Forum Demokrasi di Situbondo, (1991)
– Presiden ke-4 RI, (1999-23 Juli 2001)
dll

Previous Older Entries